Dalang Muda Keturunan Tionghoa dari Semarang, Foe Jose Amadeus Khrisna
Ketika kebanyakan remaja seumuranya lebih tertarik dengan hobi atau hal-hal yang berbau modern, Foe Jose Amadeus Khrisna justru malah sebaliknya, Dia justru lebih menyukai wayang kulit jawa.
Berkat ketekunan belajar dari kecil, Jose kini mahir menjadi dalang muda. sejak duduk di bangku SMP Maria Mediatrix Semarang, dia sudah menunjukan bakatnya menjadi seorang dalang.
" Wayang itu kenudayaan paling sempurna di dunia.Ibaratnya barang langka harganya sangat mahal.Sedikit yang tahu dan sedikit yang bisa." kata Jose
Dia meyakini bahwa merawat kesenian tradisional akan menghasilkan sesuatu yang positif.
" Saya yakin kalau mendalami sesuatu yang langka pasti di cari orang.wayang indonesia bisa mendunia." tutur Jose
Pemuda keturunan Tionghoa yang tinggal di daerah kebonsari,Semarang,tidak mudah untuk menguasai bahasa jawa sebab kosakata nya luar biasa banyak.
Sejak kecil Jose gemar menonton televisi hingga larut malam demi menonton wayang.mulai saat itu Jose mengikuti kursus dalang di perkumpulan Seni Budaya FX Rudjito, di gedung cagar budaya Sobokarti,Semarang.
Kemudian dia berbagi pengalaman, mendalang perlu improvisasi agar pesannya sampai ke audience.
Jose sudah melanglang buana sebagai dalang. dia pernah mengikuti Puppetry Festival, Festival Wayang Internasional bersama Rumah Topeng Setia Dharma, Bali,pada September 2013.
Jose juga kerap tampil untuk memenuhi undangan dari perusahaan swasta.
" wayang budaya indonesia, budaya asli nusantara harus di rawat," ungkap Jose
SUMBER AKURAT.CO
Berkat ketekunan belajar dari kecil, Jose kini mahir menjadi dalang muda. sejak duduk di bangku SMP Maria Mediatrix Semarang, dia sudah menunjukan bakatnya menjadi seorang dalang.
" Wayang itu kenudayaan paling sempurna di dunia.Ibaratnya barang langka harganya sangat mahal.Sedikit yang tahu dan sedikit yang bisa." kata Jose
Dia meyakini bahwa merawat kesenian tradisional akan menghasilkan sesuatu yang positif.
" Saya yakin kalau mendalami sesuatu yang langka pasti di cari orang.wayang indonesia bisa mendunia." tutur Jose
Pemuda keturunan Tionghoa yang tinggal di daerah kebonsari,Semarang,tidak mudah untuk menguasai bahasa jawa sebab kosakata nya luar biasa banyak.
Sejak kecil Jose gemar menonton televisi hingga larut malam demi menonton wayang.mulai saat itu Jose mengikuti kursus dalang di perkumpulan Seni Budaya FX Rudjito, di gedung cagar budaya Sobokarti,Semarang.
Kemudian dia berbagi pengalaman, mendalang perlu improvisasi agar pesannya sampai ke audience.
Jose sudah melanglang buana sebagai dalang. dia pernah mengikuti Puppetry Festival, Festival Wayang Internasional bersama Rumah Topeng Setia Dharma, Bali,pada September 2013.
Jose juga kerap tampil untuk memenuhi undangan dari perusahaan swasta.
" wayang budaya indonesia, budaya asli nusantara harus di rawat," ungkap Jose
SUMBER AKURAT.CO


Komentar
Posting Komentar